Dear, eni...
Ku tuliskan surat ini untuk seseorang yang mirip denganku baik suaranya, parasnya, tubuhnya, sorotan matanya, pekerjaannya, cara berjalannya bahkan isi hatinya, semuanya serba sama, dan tentunya aku tak pernah bertemu denganmu, dialah diriku di masa depan.
Apa profesimu nanti, siapa lelaki yang menjadi imammu sekaligus Ayah dari anak-anakmu kelak, aku tentu belum mengetahuinya. Namun bagaimana pun, kamu adalah aku di masa mendatang yang menjadi penyemangatku meraih cita-cita, mengejar mimpi-mimpi yang masih menggantung di angan-angan dan melakukan kebaikan-kebaikan pada hari-hariku saat ini.
Tidak peduli seberapa kali kamu jatuh, seberapa banyak orang-orang yang mencibir kegagalanmu, kamu tidak apa-apa, kamu tak menyerah, dan kamu tak melarikan diri. Yaaahh.. itulah kamu, diriku. Ingatkah kamu dulu selalu menyemangatiku di setiap kali aku jatuh, kamu selalu mengingatkanku dengan ikrar yang setiap hari aku ucapkan di setiap sujudku.
"iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'in"
hanya kepadaMU kami menyembah dan hanya kepadaMU kami meminta pertolongan.
Ikrar itulah yang membuatku kuat di setiap kegagalan menyapaku. Kamu juga pernah bilang kepadaku bahwa setengah dari gunung adalah kesedihan, setengahnya lagi adalah kesenangan, kamu butuh keduanya agar menjadi sebuah gunung. Begitupulah setengah dari belajar adalah kerja keras, setengahnya lagi adalah permainan. Hidup juga setengah, kamu pilih setengahnya yang akan menuntut hidupmu, kamu akan memberikan bagian yang terbaik untuk kebahagiaan, kamu akan jadi wanita yang kuat, itulah kenapa, itulah alasannya, berjuanglah...diriku!!!
Seperti yang kamu bilang, aku tidak harus berjalan lurus, bergoyang atau berbalik jika aku ingin, selama itu adalah jalanku sendiri, aku akan berjalan dengan kakiku sendiri. Mungkin aku bukan yang terbaik, tapi aku akan berjalan tak seperti siapapun, aku akan seperti itu sehingga mereka semua menjadi cemburu.
Hai diriku di masa depan...
Hari ini aku sedang membuat sejarah hidupku. Pada hari ini aku membangun sebuah mimpiku. Tentu saja keberadaanmu sebagai sebuah masa depan adalah salah satu pemicu semangat untuk apa yang aku kerjakan saat ini, maka aku berharap kamu juga menjaga dengan baik apa yang sudah aku bangun saat ini. Kamu tak perlu khawatir karena usaha ini akan aku serahkan sepenuhnya kepadamu. Untuk hasilnya, aku harap kamu bersabar. Percayalah ini adalah sesuatu yang aku banggakan, teruslah berkarya di jalan yang Allah ridhoi. Karena aku yakin saat kamu membaca surat ini, kamu sudah menjadi orang sukses.
Hai diriku di masa depan...
Bagiku kamu adalah wanita biasa karena jelas-jelas kamu adalah manusia yang tentunya ada kelebihan dan kekurangannya, tak memiliki banyak hal-hal luar biasa yang mampu dikenang banyak orang. Tak mengapa, aku tetap menyukaimu, bagiku kamu tetaplah manusia yang baik, wanita sederhana dan apa adanya, enak diajak curhat. Terlebih mengenai asmara. Aku tahu kamu mempunyai banyak teman laki-laki secara kamu besar di lingkungan teknik. Beberapa diantara mereka memutuskan untuk menjadi sahabatmu, temanmu bahkan ada yang memutuskan untuk menjadi musuhmu.
Masih soal lelaki, aku teringat pada seorang pemuda yang membuatmu terkena virus merah jambu, yang memacu kamu menjadi pengarang puisi handal, namun kamu menyerah karena rasa kecewa.
Aaahh, maaf.. aku mengingatkanmu pada pengalaman pahit. Biarkan saja ia menjadi sejarah hidupmu yang lumayan keruh, kamu tak perlu mengingatnya lagi saat membaca surat ini. Itulah alasannya kenapa kamu tak mengijinkan siapapun mengetahui kisah cintamu, kamu lebih menyimpan rasa itu dalam diammu yang menjadi hal indah yang semayam di sudut hati dan menjadi rahasia antara hati dan sang maha penguasa menjaga hatimu.
Karena aku yakin saat kamu membaca surat dariku ini, kamu sudah memiliki seorang suami hebat yang mampu menuntunmu menjadi wanita sholeha, yang dari hatinya selalu ada cinta yang bisa kamu teguk kesegarannya setiap waktu dan memberikan kehangatan di keluarga kecilmu, yang dari akal pikirannya lahirlah ide dan karya-karya yang bermanfaat bagi banyak orang, dan dipundaknya tergantung mimpi generasimu.
Selamat bertemu di masa depan diriku.
Komentar
Posting Komentar