Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2022

Rahasia Ketenangan Hati

Gambar
Dirinya dikelilingi cinta, pasangan, sahabat, kerabat, keluarga. Takkan ada satu malam pun ia merasa sendiri, sejuta kasih sayang dan perhatian yang ia miliki. Betapa beruntungnya, ia pasti bahagia. Dirinya dititipi kegelimangan harta, apapun yang diinginkannya, amat mudah menjadi miliknya. Betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dirinya bertubuh cantik, sehat bugar nan idaman, pasti nyaman sekali menjalani hari tanpa keluhan, betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dirinya memiliki segudang prestasi, belajar yang bagus, akademis yang bagus, satu persatu seluruh mimpinya ia capai, karirnya begitu sempurna hingga ia begitu dihormati betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dahulu aku bermimpi untuk memiliki itu semua. Hal-hal yang kelihatannya membuatku bahagia tapi hari demi hari, aku mempelajari; Mengenal manisnya cinta mesti sepaket pula dengan pahitnya patah hati. Mengenal keberlimpahan mesti sepaket pula ketika saatnya Allah sedikitkan. Mengenal nyamannya sehat mesti sepaket pula ketika saatnya...

Stop Bullying Curhatan Orang

Gambar
Kalau ada yang curhat di sosmed, entah itu marah, kesal apapun itu, terus ada yang bilang “Iiih lebay...” “Banyakin bersyukur...” “Dikit-dikit drama...” “Curhat itu sama Tuhan, jangan di sosmed...” “Makanya ngaji yang bener, dikit-dikit curhat, cari perhatian mulu...” Apalagi yang dengan mudahnya menulis komen tanpa mikir sepeti ini "Manusia yang benar tauhidnya, gak akan depresi ataupun stress, karena ia paham dunia ini memang tempat ujian dan sementara, dan pasti mati. Coba deh banyakin dzikir, dekatkan diri sama Tuhan, harus banyak-banyak baca Al-Qur'an, kalau sedih harus langsung wudhu lalu sholat, gak usah muluk-muluk kemauannya, gak bakalan depresi, imannya ajah yang lemah." Jadi, maksud kamu orang yang stress dan depresi itu tauhidnya gak benar? Oke deh buat kamu "si yang paling bertauhid" "yang paling sempurna imannya" "yang auratnya sudah tertutup sempurna pake hijab lebar panjang bercadar tapi tidak dengan mulutnya." Pliss kamu kala...

Aku Introvert

Gambar
OUTSIDE HAS NEVER BEEN MY FAVOURITE PLACE BUT SOMETIMES LET’S GO AWAY GET LOST. Ya, sebagai perempuan introvert, aku selalu merasa tak nyaman jika berada dalam pusat keramaian. Tapi, bukan berarti aku tak pernah keluar. Aku keluar jika aku perlu dan jika ada yang aku butuhkan. Bahkan selama sekolah pun aku tak pernah makan di kantin setiap jam istirahat tiba, kecuali jika ada event aku akan bergabung dengan mereka. Aku lebih nyaman menghabiskan makan siangku dengan bekal yang aku bawa sendiri karena memang selain uang saku gak cukup, maklum aku gak seperti temanku yang diberi uang saku bulanan, tapi uang jajan harian. Aku gak protes dan gak menuntut lebih karena memang seperti itu keadaannya. Beruntung setiap semester dapat beasiswa jadi bisa sekolah sampe selesai. Selain bawa bekal, aku lebih senang menghabiskan jam makan siangku dengan menenggelamkan diri dengan menekuni hobiku yang sebisa mungkin aku ubah jadi uang. Terkadang orang-orang bilang aku anti sosial, sombong. Bukannya aku...

Berhenti menghakimi profesi orang!

Gambar
Banyak yang mengira aku seorang engineer karena background pendidikanku yang saat ini aku tempuh. Selebihnya mereka mengira aku seorang seniman illustrator designer melihat hobi yang aku tekuni. Tapi aku merasa gak demikian, sebab aku melakukan apa yang aku sukai, gak harus tentang punya profesi yang bergengsi. Tapi kenapa kamu menghakimi semua orang jika yang baik itu adalah jadi PNS, lalu siapa yang berdagang di pasar, siapa yang jual bakso, pecel, buka giras? Kamu menghakimi semua orang jika yang baik itu adalah yang berbisnis menjadi pengusaha, lalu siapa yang mengajar mendidik anak-anak di sekolah, di TPQ, di madrasah? Kenapa kamu suka banget menyamakan sukses orang lain dengan standar sukses kamu? Kamu lupa, kalo kita ini beragam, kita ini unik, gak ada standar mutlak yang berhak menghakimi standar kita! Karena manusia punya waktunya masing-masing. Gak semua hal cocok dengan semua orang. Dan sukses gak harus jadi pengusaha. Gak harus jadi PNS. Gak harus jadi dokter, dosen atau pr...