Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2023

Rahasia Ketenangan Hati

Gambar
Dirinya dikelilingi cinta, pasangan, sahabat, kerabat, keluarga. Takkan ada satu malam pun ia merasa sendiri, sejuta kasih sayang dan perhatian yang ia miliki. Betapa beruntungnya, ia pasti bahagia. Dirinya dititipi kegelimangan harta, apapun yang diinginkannya, amat mudah menjadi miliknya. Betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dirinya bertubuh cantik, sehat bugar nan idaman, pasti nyaman sekali menjalani hari tanpa keluhan, betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dirinya memiliki segudang prestasi, belajar yang bagus, akademis yang bagus, satu persatu seluruh mimpinya ia capai, karirnya begitu sempurna hingga ia begitu dihormati betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dahulu aku bermimpi untuk memiliki itu semua. Hal-hal yang kelihatannya membuatku bahagia tapi hari demi hari, aku mempelajari; Mengenal manisnya cinta mesti sepaket pula dengan pahitnya patah hati. Mengenal keberlimpahan mesti sepaket pula ketika saatnya Allah sedikitkan. Mengenal nyamannya sehat mesti sepaket pula ketika saatnya...

Jangan Suka Bertanya Privasi Orang

Gambar
Gak semua orang suka ditanya "Sudah lulus?"  "Kapan lulus?"  "Kerja dimana?"  "Gajinya berapa?" "Sudah nikah?"  "Kapan nikah?"  "Berapa usiamu?"  "Kapan punya anak?" Hargailah privasi orang karena gak semua orang suka ditanya seperti itu. Gak bisakah pertanyaanmu diganti dengan bertanya tentang kabarnya, kesulitannya, meski kamu gak bisa membantu dia secara materi, setidaknya berilah ia semangat, dukungan, kekuatan moral atau cukup sekedar menjadi pendengar yang baik untuk dia. Apalagi mengungkit masa lalu orang lain itu menyakitkan. Sebab gak semua orang atau temanmu yang saat ini adalah orang-orang yang langsung baik sejak dulu. Ada yang mungkin tengah berjuang menutupi kesalahannya di masa lalu. Maka, jangan cari tau apa yang seharusnya gak perlu kamu ketahui. Karena orang baik itu gak kepo dengan hidup orang lain ataupun masa lalu orang lain, apalagi kesalahannya. Hargai privasi orang atau perjuangan te...

Maaf Jika Aku Jadi Beban

Gambar
Dear aku... Jangan bunuh diri ya. Benar-benar sudah buntu ya? Rasanya pengen mati ajah ya? Orang-orang juga nggak peduli lagi ya sama kamu? Keberadaanmu di sini juga nggak terlalu dianggap ya? Pasti capek kan bertahan sendirian. Belum lagi kondisi keluarga yang toxic. Pasti capek ngadepinnya. Mereka melihatmu harus berhasil tapi nggak ada support system atau feedback yang baik yang kamu terima. Gimana nggak stress, kamu berjuang sendiri dengan luka-lukamu. Setiap hari dipaksa berdamai dengan keadaan. Belum lagi hatimu terus merasa. "Mau bertahan untuk siapa lagi?"  "Mau bertahan untuk apa lagi?" "Percuma aku di sini, cuma jadi beban, ya kan?" "Alasan apalagi untuk aku bertahan hidup kalau aku cuma jadi beban? Gak memberi manfaat?" Hai aku....  Apapun anggapan yang kamu berikan untuk dirimu, kamu masih penting bagi seseorang kok, untuk sesuatu dengan cara yang nggak pernah bisa kamu  lihat. Kamu ingat kata Alvi Syahrin bahwa terkadang kita nggak t...