Setiap tanggal 17 Agustus, rakyat Indonesia memperingati kemerdekaan. Benarkah Indonesia saat ini benar-benar sudah merdeka? Ketika kita masih melihat banyak kebodohan dimana-mana, kaum tertinggal masih banyak, gelandangan masih banyak, kaum terlantar masih banyak, anak-anak masih banyak yang buta huruf, masih banyak yang putus sekolah, masih banyak yang belum punya kesempatan mengenyam pendidikan, pengangguran membludak tiap tahunnya, korupsi dimana-mana, kejahatan sering mengusik kedamaian, dan ketika hati ini masih sulit untuk berbagi dan peduli pada lingkungan sekitar. Apa ini yang dinamakan merdeka?
Sungguh ironis jika ini adalah sebuah kemerdekaan. Lantas apa makna merdeka itu? Apa yang dinamakan merdeka? Seperti apa menjadi pribadi yang merdeka?
Menurut saya…
Merdeka itu adalah syukur.
Merdeka itu adalah doa.
Merdeka itu adalah sebuah perjuangan.
Merdeka itu adalah semangat.
Merdeka itu adalah sebuah harapan.
Merdeka itu adalah cinta.
Merdeka itu bebas menjalankan apa yang menjadi takdir kita sebagai manusia. Bebas dalam arti sesuai aturan Undang-Undang dan agama.
Lalu bagaimana membentuk pribadi yang merdeka itu?
Selama kita masih terjajah oleh keinginan hawa nafsu, penilaian makhluk dan kemunafikan, percaya hidup kita tidak akan pernah tenang dan tidak merdeka. Kita tidak akan pernah merdeka kalau diri ini masih dibelenggu dengan ketidakjujuran!!
Untuk menjadi pribadi merdeka tidak perlu melakukan sesuatu yang terlalu muluk-muluk. Bisa kita mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang terkecil dan mulai saat ini. Contohnya seperti apa? banyak!!
Kita tengok saja masalah sehari-hari. Sering kita temui generasi muda atau anak muda yang masih terjajah dalam penantian dan kesendirian yang sering khawatir dan takut akan rezeki, jodoh, dan lain-lain sehingga membuat mereka tidak produktif. Mereka ini dikatakan belum merdeka, kenapa? sebab merdeka adalah bebas dari rasa khawatir dan takut karena yakin kepada Tuhan. Bebas dari rasa khawatir dan takut tidak dapat rezeki, jodoh dan lain-lain. Keyakinan yang kuat akan membuat diri ini senantiasa optimis menatap masa depan dan bersyukur dengan kondisi saat ini, apapun yang terjadi.
Apalagi kaum muda yang diperbudak oleh asmara, mereka tidak merdeka. Banyak yang terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan hina karena cinta, tentu yang dimaksud cinta disini adalah cinta buta yang membuat buta akan kebenaran.
Terlebih untuk wanita, menjadi pribadi yang merdeka itu seperti apa? Cukup menjadi seseorang yang bermanfaat sesuai peran dan kapasitas masing-masing dan tetap amanah dengan tanggung jawab utamanya sebagai wanita.
Intinya merdeka sejatinya adalah terbebas dari segala bentuk penindasan. Tanpa terjajah oleh orang lain atau terbebas dari semua keinginan yang dapat menghancurkan hidup sendiri maupun orang lain. Satu hal yang harus disadari adalah kendalikan hidup dengan tidak mengorbankan diri sendiri maupun orang lain. Mengambil kendali dalam hidup sendiri adalah satu-satunya cara menjadi manusia merdeka seutuhnya atau bisa diartikan sebagai sebuah kebebasan sejati
Mari kita merdekakan diri kita menjadi pribadi yang kokoh tak tertandingi dari segala bentuk penindasan. Merdeka!!
Dariku, manusia biasa yang berjuang merdeka dari segala bentuk penindasan.
Komentar
Posting Komentar