Rahasia Ketenangan Hati

Gambar
Dirinya dikelilingi cinta, pasangan, sahabat, kerabat, keluarga. Takkan ada satu malam pun ia merasa sendiri, sejuta kasih sayang dan perhatian yang ia miliki. Betapa beruntungnya, ia pasti bahagia. Dirinya dititipi kegelimangan harta, apapun yang diinginkannya, amat mudah menjadi miliknya. Betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dirinya bertubuh cantik, sehat bugar nan idaman, pasti nyaman sekali menjalani hari tanpa keluhan, betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dirinya memiliki segudang prestasi, belajar yang bagus, akademis yang bagus, satu persatu seluruh mimpinya ia capai, karirnya begitu sempurna hingga ia begitu dihormati betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dahulu aku bermimpi untuk memiliki itu semua. Hal-hal yang kelihatannya membuatku bahagia tapi hari demi hari, aku mempelajari; Mengenal manisnya cinta mesti sepaket pula dengan pahitnya patah hati. Mengenal keberlimpahan mesti sepaket pula ketika saatnya Allah sedikitkan. Mengenal nyamannya sehat mesti sepaket pula ketika saatnya...

Apa Hakikat Ilmu Itu?



Setiap saat kita hidup sejak dilahirkan hingga ke liang lahat tak pernah berhenti berfikir. Hampir tak ada masalah yang terlepas dari jangkauan berfikir, mulai urusan sarapan pagi sampai urusan surga neraka. Berfikir inilah yang menjadi ciri hakikat manusia karena dengan berfikirlah dia menjadi manusia. Berfikir pada dasarnya sebuah proses yang membuahkan pengetahuan. Proses ini merupakan serangkaian gerak pemikiran dalam mengikuti jalan pemikiran tertentu yang akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan yaitu pengetahuan. Dimana gerak pemikiran biasanya menggunakan lambang, nah.. salah satu lambangnya adalah bahasa yang dinyatakan dengan kata-kata yang biasa kita pakai dalam kehidupan sehari-hari. Bahwa pada hakikatnya upaya manusia dalam memperoleh pengetahuan didasarkan pada tiga masalah pokok yaitu :

1) apakah yang ingin kita ketahui? 
2) bagaimanaa cara kita memperoleh pengetahuan?
3) dan apakah nilai pengetahuan bagi kita?

Ilmu merupakan salah satu dari pengetahuan manusia. Ilmu adalah buah pengetahuan manusia dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan. Untuk menghargai ilmu, pertama harus mengerti apa hakikat ilmu itu sebenarnya, “mengerti berarti memaafkan segalanya” artinya pengetahuan yang mendalam terhadap hakikat ilmu bukan hanya mengijinkan apresiasi terhadap ilmu, namun juga membuka mata kita terhadap berbagai kekurangan yang kita miliki.

Hemm... Jadi intinya adalah harus saling membutuhkan dan saling mengerti. Seperti yang dibilang oleh Einstein “ilmu tanpa agama adalah buta, agama tanpa ilmu adalah lumpuh” Jadi, agama + ilmu adalah mereka yang ingin mendapatkan kepuasan. Dari befikir keilmuan, mereka yang menganggap berfikir bukan sebagai beban tapi petualangan yang mengasyikkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hitam Putih Zaman Putih Abu-abu

Rahasia Ketenangan Hati

Beautiful in White