Sedikit renungan saya tentang apa yang saya rasakan terhadap fenomena yang terjadi di negeri Indonesia ini. Saya berharap, kapan yaa Indonesia bisa damai. Bebas dari isu maupun konflik SARA, bebas dari perang hoax, ngga saling fitnah kubu sana kubu sini. Miris kalau liat realitanya. Saling lempar hoax. Padahal yang dikagumi belum tentu lebih baik, yang diremehin pun belum tentu lebih buruk. Persoalannya ada di dalam hati. Bagaimana memandang orang lain, itulah cerminan diri sendiri. Namanya juga manusia, mustahil semua pada suka kita. Sebaik apapun yang kita lakukan, tetep ajah ada yang gak suka. Lukisan terbaik dan terbagus sedunia pun memiliki "pembenci dan pengkritik" apalagi kita yang gudangnya salah.
Bersyukur ajah sebab ada yang sibuk mikirin kita 24 jam sampai-sampai ngga sempet mikirin dirinya sendiri. Terus ajah berbuat baik, sebab itu yang akan kembali ke kita.
Karena terkadang keburukan yang kita lihat adalah ladang amal buat kita untuk bersyukur dan terkadang kelebihan yang kita lihat adalah ujian untuk tidak takabur.
Jadi ngga heran kalau banyak siswa yang menyontek ketika ujian. Karena di negeri Indonesia ini, kenyataan nilai dan peringkat lebih dihargai di masyarakat kita dibandingkan dengan sebuah kejujuran. Ngga heran kalau di negeri ini banyak kasus korupsi, tipu sana tipu sini.
Padahal negeri ini ngga butuh orang pinter. Karena pinter tanpa iman sangat membahayakan. Kepintaran tanpa kejujuran sama dengan celaka. Negeri ini butuh orang jujur. Sebagaimana seperti yang dibilang oleh Einstein "ilmu tanpa agama adalah buta, agama tanpa ilmu adalah lumpuh".
Negeri ini bisa kuat, damai, jika pemerintahannya adil, ulama ataupun pemuka agamanya baik-baik, rakyat yang kaya dermawan dan selalu berdo'a untuk kebaikan negaranya. InsyaAllah negeri ini tidak akan "sakit" seperti ini. Damai, tenang, adil dan makmur. Perbedaan seharusnya menjadi sumber kekuatan kita, bukan malah menjadi pertengkaran.
Kalau boleh meminta satu hal dan pasti terkabulkan, saya ingin dijadikan golongan orang yang tidak gemar mencela pemimpin, sebab mimpin diri sendiri ajah belum bener, boro-boro mimpin negara. Yaa.. semoga Allah memberi negeri ini selamat, aman semuanya. Semoga renungan ini bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar