Rahasia Ketenangan Hati

Gambar
Dirinya dikelilingi cinta, pasangan, sahabat, kerabat, keluarga. Takkan ada satu malam pun ia merasa sendiri, sejuta kasih sayang dan perhatian yang ia miliki. Betapa beruntungnya, ia pasti bahagia. Dirinya dititipi kegelimangan harta, apapun yang diinginkannya, amat mudah menjadi miliknya. Betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dirinya bertubuh cantik, sehat bugar nan idaman, pasti nyaman sekali menjalani hari tanpa keluhan, betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dirinya memiliki segudang prestasi, belajar yang bagus, akademis yang bagus, satu persatu seluruh mimpinya ia capai, karirnya begitu sempurna hingga ia begitu dihormati betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dahulu aku bermimpi untuk memiliki itu semua. Hal-hal yang kelihatannya membuatku bahagia tapi hari demi hari, aku mempelajari; Mengenal manisnya cinta mesti sepaket pula dengan pahitnya patah hati. Mengenal keberlimpahan mesti sepaket pula ketika saatnya Allah sedikitkan. Mengenal nyamannya sehat mesti sepaket pula ketika saatnya...

Titel dan Kualitas



Mungkin kamu tak seperti berlian yang dikagumi banyak orang karena keindahannya. Tak punya titel ataupun gelar yang bergengsi. Kamu hanyalah seseorang yang bukan orang pilihan. Kamu juga bukan yang terpilih maupun dipilih. Kamu hanyalah seonggok sampah yang tak berguna yang perlu di daur ulang setiap harinya agar lebih indah, yang perlu di daur ulang setiap harinya agar lebih kuat, yang perlu di daur ulang setiap harinya agar lebih berguna.

Mungkin kamu salah satu orang “gagal”. Lalu merasa minder. Nggak percaya diri. Tapi, lagi-lagi atas kehendakNya, Allah menolongmu, mempertemukanmu dengan orang-orang pilihanNya. Kamu harus menjadi orang yang percaya diri, kamu harus kuat, orang yang minder berarti nggak bersyukur dengan potensi yang diberikan oleh Allah. Orang yang minder nggak mungkin bisa berhasil karena keyakinan dia kepada Allah yang kurang.

Syukuri dan kerjakan yang ada saja saat ini. Tetap berbaik sangka kepadaNya, bersyukur pada semua skenario yang sudah Allah tetapkan dalam hidupmu. Menerima kejadian yang sudah terjadi, dan terus berusaha mengejar mimpi dan cita-cita hingga saat ini. Nggak ada penyesalan apapun.

Sebagaimana kata orang bijak "banyak orang BERTITEL tanpa KUALITAS dan banyak orang BERKUALITAS tanpa TITEL, bukan titel tapi karya, bukan gelar tapi manfaat apa yang bisa kita berikan untuk semesta.” —KH. Hasan Abdullah Sahal.

Mungkin di luar sana banyak yang mem-bully-mu, banyak yang meremehkanmu, mencela nasibmu, menertawakan kekuranganmu, merendahkan kemampuanmu, memojokkan mimpimu, dan tak seorangpun peduli padamu. Beruntung kamu tau sehingga kamu terus berjuang, mencari cara, mendaki meski kesulitan, sampai menang dan sukses.

Biarkan saja mereka, biarkan mereka dengan celaan mereka, biarkan dirimu dengan prosesmu. Terima kesedihan ini, jadikan ia teman baikmu, syukuri kehadirannya. Lalu berbisiklah kepada dirimu sendiri “mudah-mudahan ini adalah cara Allah mengampuni dosa-dosaku.”

Cukup kenali dirimu agar mengetahui apa yang harus kamu jalani, agar kamu berhasrat untuk melakukannya. Karena setiap orang mempunyai potensi diri. Jadi kenali potensi itu, temukan dan kembangkan menjadi DNA kesuksesanmu di masa depan. Seperti kata orang bijak “kalau kamu bisa sukses sejak muda, kenapa harus menunggu saat tua?” Jangan menyerah, hapus kata KEGAGALAN, karena ketika tujuan sudah ditetapkan maka nggak ada kegagalan, yang ada adalah kamu berhenti bergerak karena keyakinanmu pudar. Sebelum bergerak, mari kita bangun perasaan positif kepada Allah, hadirkan keridhoanNya dalam hati atas segala apa yang sudah terjadi dan menerima apa yang sudah terjadi. SELAMAT BERKARYA..!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hitam Putih Zaman Putih Abu-abu

Rahasia Ketenangan Hati

Beautiful in White