Rahasia Ketenangan Hati

Gambar
Dirinya dikelilingi cinta, pasangan, sahabat, kerabat, keluarga. Takkan ada satu malam pun ia merasa sendiri, sejuta kasih sayang dan perhatian yang ia miliki. Betapa beruntungnya, ia pasti bahagia. Dirinya dititipi kegelimangan harta, apapun yang diinginkannya, amat mudah menjadi miliknya. Betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dirinya bertubuh cantik, sehat bugar nan idaman, pasti nyaman sekali menjalani hari tanpa keluhan, betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dirinya memiliki segudang prestasi, belajar yang bagus, akademis yang bagus, satu persatu seluruh mimpinya ia capai, karirnya begitu sempurna hingga ia begitu dihormati betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dahulu aku bermimpi untuk memiliki itu semua. Hal-hal yang kelihatannya membuatku bahagia tapi hari demi hari, aku mempelajari; Mengenal manisnya cinta mesti sepaket pula dengan pahitnya patah hati. Mengenal keberlimpahan mesti sepaket pula ketika saatnya Allah sedikitkan. Mengenal nyamannya sehat mesti sepaket pula ketika saatnya...

Cantik Jadi Diri Sendiri



“Wanita yang senantiasa memelihara ketakwaan akan dapat mengalahkan kecantikan yang hanya dimiliki lahiriyah.” —Teh Ninih Muthmainah.

Cantik identik dengan kaum perempuan. Tak jarang kamu kagum ketika melihat wanita cantik setiap kali membuka instagram. Kagum dengan paras cantik yang kamu lihat. Lalu kamu melangkah menuju cermin, senyummu memudar, dan kamu bergumam dalam kesendirian.

“Coba kalau hidungku mancung.”
“Coba kalau kulitku putih.”
“Coba kalau pipiku nggak setembem ini.”
“Coba kalau bibirku nggak terlampau tebal kayak gini.”
dan seterusnya...

Tanpa sadar kamu sudah menjadi tersangka sekaligus korban Body Shaming untuk dirimu sendiri. Tanpa sadar kamu menyempitkan definisi cantik lalu tersiksa dengan definisi yang kamu buat sendiri. Kamu lupa bahwa cantik itu bukanlah standar yang selalu ditetapkan orang lain seperti warna kulit harus putih, rambut harus panjang, wajah harus imut, tubuh harus seksi, bibir harus tipis. Tapi cantik ialah diri kamu sendiri sebab kamu memutuskan untuk menjadi cantik dan cantik ialah ketika kamu dapat menerima diri kamu sendiri apa adanya. Pada saat itulah kamu dapat melihat diri kamu cantik. Cantik itu bukan hanya dari fisik. Kamu cantik dengan caramu sendiri. Jika kamu menjadi bahagia dengan dirimu sendiri dan juga dengan apa yang kamu miliki, karena apabila kamu bahagia maka secara otomatis diri kamu akan tampak jauh lebih menarik. Satu hal yang kamu lupa bahwa

“Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian, akan tetapi Allah hanya melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no 2564)

Tak perlu marah jika fisikmu dihina. Tak perlu minder, bahkan terobsesi nyaris menyerupai mereka. Kamu tak perlu mengubah bentuk fisikmu, murni sebagaimana kamu diciptakan. Dalam kesempurnaan yang terlihat oleh mata, mereka yang cantikpun memiliki noda. Begitu juga kamu, dalam balutan kesederhanaan, dengan kesempurnaan raga yang kamu punya, kamu lebih indah dari siapapun diluar sana. Cukup syukuri titipan yang telah Allah berikan sementara dengan menjaga dan merawat secukupnya. Maka siapa yang sedang mereka hina? Dirimu atau ciptaan Tuhanmu? Dan siapa yang rugi? Dirimu yang dihina atau mereka yang menghina ciptaan Tuhanmu? Ingat, kita semua akan kembali kepada Tuhan yang menciptakan kita. Maka apa yang bisa mereka pertanggungjawabkan dari ucapan mereka itu? Memang hatimu sakit ketika ada yang menghinamu tapi ingatlah ini

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu keletihan dan penyakit yang terus menimpa, kekhawatiran, kesedihan dan tak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya, melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” (HR. Bukhari no 5641)

Kamu juga tak perlu bersedih jika dia memilih yang cantik. Tidak apa-apa. Itu pilihannya. Kamu tak perlu merasa rendah diri. Karena setiap orang punya definisi cantik yang berbeda, setiap orang dengan seleranya masing-masing. Di luar sana pasti ada seseorang dengan selera berbeda yang ketika melihatmu, dia akan bergumam “kamu cantik”. Tak perlu menghubungkan relevansi antara jodoh dan kecantikan. Karena setiap orang memiliki preferensi sendiri. Setiap orang memiliki definisi cantik yang berbeda. Dan jodoh tak pernah berkorelasi dengan kecantikan. Sebab cinta itu tak mengenal tipe, kamu takkan peduli fisik dan isi kepalanya, yang kamu tau hanyalah jantung akan berdebar kencang bila berada didekatnya. Jika sesuatu sudah ditakdirkan untukmu, sampai kapanpun tak akan pernah jadi milik orang lain. Apabila DIA sudah berkehendak, siapa yang bisa menolak? Dan apabila DIA sudah mengizinkan, siapa yang bisa menahan?

Hiraukan saja mereka yang memperlakukanmu berbeda karena kamu tidak cantik. Tak perlu menjadikan kecantikan sebagai penentu takdirmu. Karena kecantikan bukan pemberi rezeki, kecantikan bukan penjamin jodoh, kecantikan bukan penyelamat masalah hidupmu, dan kecantikan tidaklah kekal. Ingatlah bahwa Allah penentu segalanya. Apapun kondisimu, Allah yang menentukan rezeki, Allah yang mengatur segalanya. Allah maha adil dan bijaksana. Hidup sudah adil, mengapa begitu sulit untuk percaya? Mungkin karena kamu terlalu berpatok bahwa kecantikan adalah segalanya, beranggapan bahwa orang cantik lebih beruntung. Lalu kamu habiskan hidupmu dengan protes dan mengeluh. Bersabarlah dunia ini fana.

Cukup menjadi diri kamu sendiri, apa adanya dirimu. Seperti kata Fiersa Besari dalam bukunya “Garis Waktu”, beliau mengatakan bahwa kita tidak perlu berusaha menjadi keren agar dipuji, cukup berusaha menjadi jujur saja. Sebab banyak sekali orang merasa keren dengan cara mengikuti sekitarnya, memakai apa yang sedang keren, melakukan sesuatu yang ‘ngaco’ karena ingin dianggap keren. Tapi untuk menjadi jujur, itulah yang sulit. Setidaknya jujur pada dirimu sendiri. Melakukan hal-hal yang diinginkan oleh hati nurani meski harus dihina oleh orang. Beliau juga mengatakan mengatakan bahwa kebanyakan dari kita terlalu takut untuk dihina. Kita lupa bahwa hampir semua tokoh dunia mesti menghadapi hinaan pada zamannya sebelum dicantumkan dalam sejarah. Jadi nggak perlu takut untuk jujur. Ketika orang lain melakukan sesuatu untuk disukai dan kamu melakukan sesuatu karena kamu suka, kamu tak perlu meminta mereka untuk mengerti. Tak perlu repot-repot menyamakan diri dengan orang lain karena kamu diciptakan untuk menjadi unik. Dan diterima apa adanya tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain, itu indah. Tak perlu takut, tunjukkan saja warna warnimu yang sesungguhnya.

Saya setuju banget dengan statement beliau karena menurut saya bahwa cantik yang sesungguhnya adalah menjadi diri sendiri, percaya diri, dan mensyukuri pemberian ilahi. Sebab kecantikan itu mahal karena tidak dibayar dengan uang sekalipun, tetapi justru dengan pengorbanan yang luar biasa untuk terus memancarkan cahaya iman dari akhlak yang dimiliki dan amal sholeh. Dan perlu kita tahu bahwa di dunia ini tidak ada jaminan kecantikan!! karena bagi saya tidak pernah ada jaminan kecantikan yang tampak akan menjadi ukuran keimanan yang tinggi. Tetapi keimanan yang tinggi akan menjamin kecantikan yang tidak tampak maupun tampak. Sebab cantik itu ketika kesederhanaan dan kebaikan hati karena ketaatan terpancar dari dalam.

Jadi, wanita yang cantik rupawan tidak menjamin ukuran dari keimanan seseorang. Karena kecantikan wanita ada pada kelembutannya. Kekuatan wanita ada pada keikhlasannya. Keyakinan wanita ada pada kemampuannya memahami ayat-ayat-Nya. Oleh karena itu, stop body shaming seseorang dengan persepsi dangkalmu!! Dan perlu kita tahu bahwa kita sebagai wanita cuma ada dua pilihan, menjadi sebesar-besar fitnah atau menjadi sebaik-baik perhiasan. Maka pilihlah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hitam Putih Zaman Putih Abu-abu

Rahasia Ketenangan Hati

Beautiful in White