Hari ini sudah dapat berapa pertanyaan "Kapan?"
"Kapan nikah?"
"Kapan punya anak?"
Kenapa sih kebanyakan orang suka tanya “Kapan nikah” “Kapan punya anak” kenapa suka banget kepo sama privasi orang? Kebanyakan mereka bertanya tanpa mikir. Bercanda tapi terdengar seperti ejekan. Tak bermaksud menyakiti tapi menyinggung hati. Padahal tanpa ditanya pun, hal itu yang selalu menjadi topik pembahasannya dengan Tuhannya di setiap sujudnya, sayangnya manusia gak bisa hidup tanpa basa basi.
Kamu gak pernah tahu ada takdir yang gak bisa diganggu gugat. Sebab banyak yang setiap hari berdoa dan berusaha tapi tak kunjung menemukan yang tepat, belum membuahkan hasil. Belum lagi hambatan-hambatan yang gak bisa diceritakan, tanggungan yang belum terselesaikan dan masalah-masalah besar lainnya.
Mereka berjuang keras di balik layar. Dan kamu tahu apa?!! Kamu gak pernah tahu perjuangan seseorang. Kamu gak pernah tahu apa yang terjadi di balik tirai. Mengapa kamu mengejek takdir seseorang?!! Nanti ada waktunya, bukan secepatnya tapi setepatnya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Sejujurnya ya, aku kalau ditanya kapan nikah sama dengan ditanya kapan aku mati. Sebab aku gak tahu siapa dulu yang menjemputku, jodoh ataukah maut. Karena bagiku ajal dan jodoh itu sama. Penuh misteri. Entah mana yang datang terlebih dahulu, keduanya sama-sama mencabuk diri agar mempersiapkannya. Terkadang kita terlalu sibuk mencari jodoh yang kita idam-idamkan. Terkadang kita juga lebih sibuk memikirkan siapa jodoh kita. Terlalu fokus mencari-cari sampai lupa memperbaiki diri. Padahal, kita gak tahu siapakah yang lebih dulu datang menjemput. Apakah jodoh ataukah maut?
Memang gak ada salahnya jika kita memikirkan jodoh kita nanti. Tidaklah salah jika kita mencari siapa jodoh kita nanti. Namun, ada baiknya kita seimbangkan antara dunia dan akhirat. Jodoh belum tahu pasti wujudnya, jadi jangan terlalu larut dalam memikirkannya, cukuplah ia diikhtiarkan. Karena jodoh adalah cerminan diri. Seperti apa diri kita seperti itulah jodoh untuk kita. Lantas terkadang kita lupa dengan mati yang kedatangannya pasti. Lupa mempersiapkan bekal jika dipanggil Allah kini. Lupa kalau mati gak mengenal usia, baik muda maupun tua. Jika Allah panggil untuk pulang, maka kita akan kembali detik itu juga.
Karena itu sibuklah memperbaiki diri, insyaAllah akan Allah kirimkan pula yang memperbaiki diri untuk kita. Sibuklah bermuhasabah, karena jodoh sudah diatur oleh Allah. Terlebih jangan sibuk nyinyirin hidup orang. Setiap manusia diciptakan berpasangan, jika gak di dunia ini, insyaAllah nanti akan ada di surga sana.
Jadi, aku mau ngomong disini, kalau kamu sudah merasakan bagaimana nggak nyamannya ketika ditanya "Kapan?" berulangkali, terlebih tanpaA ngasih solusi, pliss jangan lakukan hal yang sama pada orang lain!! Cukup doakan saja tanpa perlu dibully, apalagi dijadikan candaan yang katanya untuk memotivasi, tapi sayangnya memotivasi itu gak menjatuhkan. Dan kalau perlu pertanyaan "Kapan nikah?" "Kapan punya anak?" ganti dengan pertanyaan "Kapan kamu mati?" sebab kematian selalu meninggalkan pesan buat kita untuk "belajar" dan "mempersiapkannya"
Pliss jangan tanya "Kapan?" ke aku tanpa ngasi solusi kalau gak mau aku gampar mulutmu! (maaf agak kasar) sebab gak semua orang suka ditanya "Kuliah dimana?" "Sudah lulus?" Kerja dimana?" "Gajinya berapa?" "Sudah nikah?" "Sudah punya anak?" Hargailah privasi orang karena gak semua orang suka ditanya seperti itu.
Komentar
Posting Komentar