Kebiasaan orang-orang di luar sana yang kurang edukasi tentang "mental health" suka asal kalo ngomong
"Kamu itu mikir apa? Gitu ajah lemah! Lihat tuh si onoh gak kayak kamu! Gitu ajah baper!! Lebay iihh...!!"
Ingat ya, depresi itu gak mengenal usia. Terlebih kalau dia memiliki keluarga yang memang gak baik-baik saja. Lebih berhati-hatilah berbicara kepada anak atau orang yang punya background keluarga broken home. Karena hanya sebagian kecil saja yang berhasil bermental baja. Bisa jadi saat kamu mengatakan hal itu, dia sedang berjuang untuk kewarasannya. Bisa jadi orang yang kamu hina hari ini, yang kamu lihat padanya keburukan hari ini, adalah orang yang istiqomah dikemudian hari, yang banyak sedekah dalam sembunyi, yang banyak meratapi dosa dalam sujud di sepertiga malamnya. Dan bisa jadi kamu yang sudah merasa baik, mudah mencela dosa seseorang, mudah menghakimi dan menyebar aib orang lain. Allah uji hal yang sering kamu cela justru di penghujung usia kamu. Bisa jadi itu!!!
Sebab ucapan yang menurut lisan kamu ringan, belum tentu seringan itu untuk hati orang lain yang mungkin sedang menyembunyikan banyak hal berat dalam hati dan pikirannya. Kamu kerap menilai orang lain gak becus, lebay, kurang berusaha dan lemah. Bukan karena kamu kuat dan hebat tapi kamu cuma gak punya perasaan dan permasalahan yang sama seperti dia. Bukankah Allah menguji yang DIA anggap mampu? Boleh jadi kamu gak semampu yang kamu pikirkan saat ada di posisinya. Maka Allah menguji orang lain bukan kamu!!!
Kamu gak pernah tahu kehidupan seseorang ke depannya. Berhati-hatilah dalam menjaga ucapan dan lebih baik mendoakan dari pada sok paling paham mengenai hidup orang lain yang gak pernah juga kamu lihat langsung seperti apa dia berusaha setiap harinya dalam melewati segala hal.
Jadi, untuk diriku, biarkan mereka mengeluhkan soal kamu yang sekarang "gak terlihat baik" sebab yang mereka lihat hanya cover dari seorang kamu. Mereka hanya tahu kamu dari apa yang mereka dengar dari katanya saja, bukan gimana mereka memahami dan melihat dengan cara apa kamu melewati hari demi hari.
Kalau gak ada yang menguatkanmu gak papah, Tuhan tempatkan kamu di ujian tersebut karena DIA sudah berikan kamu kekuatan yang lebih spesial. Lebih dari orang yang hanya bisa mencelamu dan meremehkanmu. Kamu menjadi lemah sepersekian jam gak masalah, sepersekian hari juga gak masalah, sepersekian minggu juga gak masalah, sebab "self healing" orang itu beda-beda. Masih bisa bertahan melewati malam tanpa mikirin rasa putus asa dan bangkit dari rasa mau menyerah ajah kamu sudah sangat hebat dan luar biasa!!!
Cukup kamu hidup untuk dirimu, untuk orang yang menyayangimu dan orang yang kamu sayang. Kamu sudah hebat dengan apa adanya kamu!! Dengan segala pemikiran dan kesanggupanmu menjalani yang kamu imani!! Kuat terus yaaa kamu!! Diriku!! I Love Me!!
Kenapa saya sering menyemangati diri sendiri? Sebab menyayangi dan bangga terhadap diri sendiri bukanlah kesombongan, ini adalah level lain untuk aku agar tetap waras!
Komentar
Posting Komentar