Rahasia Ketenangan Hati

Gambar
Dirinya dikelilingi cinta, pasangan, sahabat, kerabat, keluarga. Takkan ada satu malam pun ia merasa sendiri, sejuta kasih sayang dan perhatian yang ia miliki. Betapa beruntungnya, ia pasti bahagia. Dirinya dititipi kegelimangan harta, apapun yang diinginkannya, amat mudah menjadi miliknya. Betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dirinya bertubuh cantik, sehat bugar nan idaman, pasti nyaman sekali menjalani hari tanpa keluhan, betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dirinya memiliki segudang prestasi, belajar yang bagus, akademis yang bagus, satu persatu seluruh mimpinya ia capai, karirnya begitu sempurna hingga ia begitu dihormati betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dahulu aku bermimpi untuk memiliki itu semua. Hal-hal yang kelihatannya membuatku bahagia tapi hari demi hari, aku mempelajari; Mengenal manisnya cinta mesti sepaket pula dengan pahitnya patah hati. Mengenal keberlimpahan mesti sepaket pula ketika saatnya Allah sedikitkan. Mengenal nyamannya sehat mesti sepaket pula ketika saatnya...

Berhenti menghakimi profesi orang!



Banyak yang mengira aku seorang engineer karena background pendidikanku yang saat ini aku tempuh. Selebihnya mereka mengira aku seorang seniman illustrator designer melihat hobi yang aku tekuni. Tapi aku merasa gak demikian, sebab aku melakukan apa yang aku sukai, gak harus tentang punya profesi yang bergengsi.

Tapi kenapa kamu menghakimi semua orang jika yang baik itu adalah jadi PNS, lalu siapa yang berdagang di pasar, siapa yang jual bakso, pecel, buka giras?

Kamu menghakimi semua orang jika yang baik itu adalah yang berbisnis menjadi pengusaha, lalu siapa yang mengajar mendidik anak-anak di sekolah, di TPQ, di madrasah?

Kenapa kamu suka banget menyamakan sukses orang lain dengan standar sukses kamu?

Kamu lupa, kalo kita ini beragam, kita ini unik, gak ada standar mutlak yang berhak menghakimi standar kita! Karena manusia punya waktunya masing-masing. Gak semua hal cocok dengan semua orang.

Dan sukses gak harus jadi pengusaha. Gak harus jadi PNS. Gak harus jadi dokter, dosen atau profesi apa pun yang tampak bergengsi.

Kamu tau? Menjadi pekerja yang jujur, tulus, dan amanah di sebuah pekerjaan yang halal itu juga kesuksesan. Karena jaman sekarang susah nyari seseorang yang jujur, tulus, amanah. Lihat tuh banyak kasus korupsi, banyak kasus pelakor dari asisten rumah tangga!

Menjadi ibu rumah tangga juga bisa sukses. Lihatlah para ibu yang berhasil membesarkan anaknya dengan pendidikan akhlak / moral yang baik, santun, dan berbakti. Itu juga sebuah kesuksesan yang luar biasa.

Menjadi seseorang yang bangun subuh, menjaga sholat lima waktu di masjid, berusaha agar bisa khusyuk sholat, senantiasa mengingat Allah di setiap waktu, lalu bergegas bertaubat ketika melakukan maksiat / kesalahan itu juga sebuah kesuksesan. Bahkan sukses jangka panjang yang dibawa sampai mati.

Jadi jangan suka mendefinisikan kesuksesan dengan profesi tertentu. Sebab setiap orang punya standar suksesnya sendiri. Berhenti menghakimi kerjaan atau profesi orang! Kurang kerjaan ya kamu!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hitam Putih Zaman Putih Abu-abu

Rahasia Ketenangan Hati

Beautiful in White