Ada teman yang pernah tanya ke saya tentang konsep jodoh, dia bilang seperti ini
“Men, jodoh itu kan rahasia Allah, sekuat apapun kita menjaga jika tak berjodoh maka akhirnya pun berpisah, terus bagaimana para pelakor di luar sana. Apakah usaha merebut suami orang itu bisa disebut ikhtiar menjemput jodoh? Para pelakor bilang, kalau selingkuhannya itu adalah jodoh yang sudah ditetapkan untuknya?”
Bagi saya ini pertanyaan yang menggelitik sekali. Memang kalau kita lihat fenomena sekarang subhanallah sekali. Sekarang ini lagi ngetrend istilah “pelakor” mulai dari drama korea, film Indonesia, sinetron. Bahkan saya buka di novel aplikasi pun genre pelakor menduduki urutan pertama di rating pembaca, pun juga di medsos tumbuh subur aktivitas perselingkuhan... Naudzubillahimindzalik.
Oke, kita bahas pelan-pelan ya, karena saya juga fakir ilmu dan sedang belajar. Oke, konsep jodoh dalam Islam sudah betul, bahwa jodoh ditentukan oleh Allah, bagian dari rahasia Allah yang hanya Dia yang mengetahuinya. Bagaimana jika pertanyaan tentang pelakor, apakah betul itu juga jodoh padahal sebelumnya dia sudah menikah dan memiliki istri/suami dulu.
Untuk hal ini, ada yang harus dibedakan terkait rahasia Allah karena masuk ilmu Allah dan kehendak Allah dengan ikhtiar manusia. Tidak ada satupun makhluk yang mengetahui tentang ilmu dan kehendak Allah ini. Manusia juga tidak bisa menebak-nebak atau mengira-ngira mungkin begini takdir saya, mungkin begitu takdir saya. Karena kita manusia terbatas tentang pengetahuan sejati tentang segala sesuatu, maka kita harus berbaik sangka kepada Allah bahwa kita diberikan yang baik-baik oleh Allah termasuk perkara jodoh, kita yakin bahwa Allah telah menyiapkan pasangan di waktu dan orang yang tepat.
Sebab mencari pasangan hidup bukanlah hal yang mudah, karena merupakan ibadah terpanjang yang dijalani selama hidup. Namun jodoh adalah bagian dari takdir. Penentuan jodoh sama dengan umur manusia. Keduanya tidak dapat diketahui dan telah digariskan oleh Allah. Jodoh ibarat rezeki terindah, dan hal itu tercantum dalam firman Allah.
Meskipun sudah termasuk takdir, namun jodoh tetap memerlukan pencarian. Sebab Allah menyukai hamba-Nya yang berusaha.
Dalam ayat Al Quran Allah berfirman tentang jodoh hamba-Nya:
“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (QS An-Nur ayat 26).
Jadi sesuai dengan ayat Al-Qur’an tersebut berarti menentukan pasangan kita mau seperti apa, maka ditentukan sesuai dengan kualitas kita juga. Jadi disini ada bagian ikhtiar pencarian atau penentuannya.
Maka seorang laki-laki yang sudah beristri tetapi dia selingkuh berarti pasangan selingkuhnya tersebut mencerminkan kualitas dirinya yakni terkategori laki-laki keji dengan perempuan keji. Jadi apakah bisa dikatakan berubah jodohnya? Allahu'alam, karena kalau kita mau menjangkau tentang ilmu Allah yang sudah tercatat di lauhil mahfuz tentu tidak akan pernah bisa karena keterbatasan akal dan kemampuan kita. Hanya saja bisa dikatakan bahwa konsep jodoh ini mirip dengan konsep rezeki. Meski sudah ditentukan oleh Allah, tetapi bagian manusia adalah ikhtiar yakni pilihan untuk menjalani yang baik atau yang buruk, memilih yang benar atau yang salah.
Nah, begitu gaes... Semoga yang belum nikah atau yang bercerai, saya doakan semoga segera mendapatkan jodoh yang baik lahir maupun batinnya. Aamiin. Saat ini yang bisa dilakukan adalah melayakkan diri menjadi jomblo berkualitas fii sabilillah agar jodoh yang didekatkan dan yang datang kualitasnya nanti juga sholeh/sholehah dan beriman kepada Allah....insyaAllah biidznillah semuanya dimudahkan... Aamiin...
Komentar
Posting Komentar