
Dear yang suka nyinyirin gelar sarjana seorang perempuan, tolong dibaca biar mulutmu gak sembarangan ngomong!!
BUAT APA KULIAH?
Buat apa kuliah, kalau ujung-ujungnya nikah dan ikut suami juga?
Eh, lihat dulu dong, aku nikah sama siapa, kamu nikah sama siapa, kan gitu? Aku nikah sama orang yang berpendidikan, kamu nikah sama orang modal preman pasar, misalnya.
Buat apa kuliah, kalau ujung-ujungnya jualan online juga.
Eh, ntar dulu, cara jualanku gimana, cara jualanmu gimana, kan gitu? Apa yang aku jual, apa yang kamu jual.
Buat apa kuliah, kalau ujung-ujungnya ngurus anak juga.
Lihat dulu, attitude anakku gimana, attitude anakmu gimana. Pendidikan anakku gimana, pendidikan anakmu gimana. Akhlak anakku gimana, akhlak anakmu gimana.
Buat apa kuliah, kalau ujung-ujungnya ke dapur juga.
Emang selama ini kamu masak di loteng? Di jalan raya? Lihat dulu dapurku gimana, dapurmu gimana. Cara mengolah masakanku gimana, cara mengolah masakanmu gimana.
Kuliah memang gak menjamin kita sukses bro, tapi kuliah mampu menjadikan kita pribadi yang merdeka dan berbahagia. Lebih mudah menjalani hidup dan menyederhanakan berbagai permasalahan di dalamnya.
Karena orang yang berpendidikan itu “berbeda”, baik dalam komunikasinya, pola pikirnya, cara kerjanya, cara menjalankan bisnisnya, menangani permasalahan, dan lain sebagainya.
Kuliah bukan semata untuk bekerja. Kuliah juga bukan untuk mencari dan menemukan pekerjaan. Tapi untuk bekal menjalani hidup. Seumur hidup!!
Kalau kamu ingin mencari pekerjaan, kamu cukup mengunjungi situs portal lowongan kerja. Namun, jika mencari ilmu yang mungkin akan dibutuhkan di masa depan, maka lanjutkan kuliahmu, lanjutkan pendidikanmu. Sebab kuliah bukan tentang kerjaan yang akan kamu dapat, gaji yang akan kamu terima. Kuliah adalah tentang menimba ilmu.
Mungkin, ketika kuliah kita belajar ini itu tetapi tak pernah benar-benar terpakai saat kerja atau sekarang ini. Namun, cara berpikir yang terasah lewat tugas-tugas di masa kuliah, presentasi dan diskusi, skripsi yang melelahkan, tugas akhir yang menguras jiwa raga, dan bagaimana kamu berusaha menopang diri dalam berbagai tekanan selama kuliah, itu semua penting!
Aku tekankan lagi di sini, kita sebagai perempuan justru harus berpendidikan karena madrasah pertama buat anak-anak kita adalah perempuan. Gak semua anak mendapatkan pengasuhan dan pembelajaran dari seorang ibu yang sarjana. Maka menjadi perempuan harus cerdas sebab generasi hebat lahir dari rahim seorang perempuan yang cerdas.
Komentar
Posting Komentar