Rahasia Ketenangan Hati

Gambar
Dirinya dikelilingi cinta, pasangan, sahabat, kerabat, keluarga. Takkan ada satu malam pun ia merasa sendiri, sejuta kasih sayang dan perhatian yang ia miliki. Betapa beruntungnya, ia pasti bahagia. Dirinya dititipi kegelimangan harta, apapun yang diinginkannya, amat mudah menjadi miliknya. Betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dirinya bertubuh cantik, sehat bugar nan idaman, pasti nyaman sekali menjalani hari tanpa keluhan, betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dirinya memiliki segudang prestasi, belajar yang bagus, akademis yang bagus, satu persatu seluruh mimpinya ia capai, karirnya begitu sempurna hingga ia begitu dihormati betapa beruntung, ia pasti bahagia. Dahulu aku bermimpi untuk memiliki itu semua. Hal-hal yang kelihatannya membuatku bahagia tapi hari demi hari, aku mempelajari; Mengenal manisnya cinta mesti sepaket pula dengan pahitnya patah hati. Mengenal keberlimpahan mesti sepaket pula ketika saatnya Allah sedikitkan. Mengenal nyamannya sehat mesti sepaket pula ketika saatnya...

Menyembuhkan Trauma



Kadang orang berpikir aku baik-baik saja. Hidupku bahagia. Masa kecilku menyenangkan. Padahal tanpa mereka tau setiap harinya aku berusaha menyembuhkan diriku, berdamai dengan luka-lukaku, terutama traumaku di masa lalu. 

Tiap harinya aku berusaha tetap kuat untuk semua hal yang membuatku patah, karena aku sadar hidup ini gak selalu berjalan mulus dengan apa yang aku mau. Bahkan beberapa hal harus hilang, karena memang sudah ditakdirkan. Dan beberapa kejadian mengharuskan aku untuk ikhlas, karena memang sudah gak bisa diubah. Mau bagaimana lagi coba?

Karena itulah, saat lagi ada masalah, aku nggak bercerita ke orang lain tapi aku pendam semuanya sendirian, cukup diriku sendiri dan Tuhan yang tau, anggap semuanya seakan baik-baik saja, karena mereka pun hanya bisa menghakimi tanpa tau kebenarannya. Dan aku pernah ngerasain meskipun aku treat ke orang lain dengan baik, belum tentu aku dapat feedback yang baik pula, dan plot twist nya aku memang bukan rumah untuknya. 

Karena itulah aku ingin sembuh tanpa melibatkan orang baru. Dan aku tau banget rasanya berusaha untuk sembuh dari trauma tanpa melibatkan orang lain itu gak gampang. Sebab  namanya trauma itu ibarat selamat dari kecelakaan terus cacat seumur hidup. Jadi jangan pernah menganggap remeh orang yang sudah pernah kena trauma sama suatu hal, kenapa? karena nyembuhinnya lama!! Sakit banget!! Ini aku bukannya lebay tapi emang begini rasanya.

Apalagi kalau sudah capek mental, mau disemangatin banyak orang, mau sebanyak apapun healing, mau sebanyak apapun istirahat, bahkan beli barang atau makanan enak sekalipun ya tetep aja capek, karena apa? Karena aku harus beresin  mental breakdown-ku dulu. Dan itu gak mudah! Dimana aku harus membiasakan hal baru, harus lebih banyak sabar, bahkan saat aku mencoba berpikiran baik dan bangkit, ada aja omongan orang yang ngejatuhin.

Ditambah aku hidup dikeluarga broken home dan orang-orang pada toxic. Banyak luka dan trauma yang aku dapatkan sejak kecil. Dan karena hal itulah membuat  aku takut untuk menikah, bahkan aku sulit untuk percaya dengan laki-laki. Aku  sangat hati-hati dalam memilih pasangan hidup, tapi aku juga kurang tegas yang mengakibatkan ujung-ujungnya disakiti lagi dan lagi. Capek!! (T___T)”

Karena itulah aku ingin sembuh tanpa harus melibatkan orang baru. Maka aku akan penuhi cinta untuk diriku sendiri sebelum mencari seseorang untuk mengisi hatiku. Karena aku gak mau menikah hanya karena aku ingin menyembuhkan lukaku, justru aku ingin sembuhkan lukaku dulu sebelum mencari seseorang untuk membahagiakanku. Sekuat tenaga aku akan jaga diri dan hati agar kisah menyakitkan orang tua dan trauma di masa lalu ini gak terulang lagi padaku atau keluarga kecilku nanti. Sebab aku sadar seseorang  bisa datang dan pergi, siapapun bisa mengecewakanku tapi hanya Allah yang selalu ada. Cukup aku besarkan cinta hanya untuk-Nya agar bisa didekati oleh dia yang juga mencintai-Nya.

Semoga kelak aku bersama orang yang bersyukur memilikiku, yang bagus akhlak agamanya agar hatiku tentram, yang dengan memandangnya, aku damai dan jika berjauhan aku tenang, yang dewasa, anti drama dan menjalani perannya dengan baik. Terutama yang bisa menjadi rumah untukku, dimana dia yang gak bikin aku insecure, gak pernah bikin aku down, dia yang jadi suport system aku, dia yang jadi tempat aku berkeluh kesah, dia yang jadi tempat aku bebas bercerita apapun kapanpun dan dia adalah orang yang selalu dengerin semua ceritaku yang kadang gak penting itu. Sebab mau semandiri apapun seorang perempuan, meski kemana-mana bisa sendiri bahkan pulang larut malam pun berani sendirian, dalam suatu masa akan ada perasaan ingin dilindungi. Bukan karena dia lemah, tapi karena ada perasaan nyaman ketika ia dilindungi dan diperhatikan, sesimpel itu!

Jadi maaf, siapapun yang ditakdirkan menjadi pasanganku kelak, aku minta maaf kalau kamu nemenin aku yang masa lalunya penuh dengan trauma itu gak mudah. Maaf kalau aku dikit-dikit badmood, yang dikit-dikit ngambek gak jelas, yang pengennya selalu dingerti’in terus. Itu semua gak mudah. Butuh kesabaran dan kesetiaan. Dan untuk menemukan yang setia itu pun gak gampang. Karena bagiku nyari orang baik itu mudah, yang susah itu nyari orang yang setia. Sebab orang baik belum tentu bisa setia, sedangkan orang yang setia sudah pasti baik karena dia paham bagaimana cara menjaga perasaan satu nama meski tanpa diketahui siapapun dan dalam keadaan apapun dia akan tetap milih setia.

Maaf ya, curhatku agak panjang hari ini. Abisnya nguras pikiran dan emosi banget (-__-“)!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hitam Putih Zaman Putih Abu-abu

Rahasia Ketenangan Hati

Beautiful in White