Rahasia Ketenangan Hati
Selamat ulang tahun untuk diriku sendiri. Terima kasih sudah berjuang sejauh ini. Terima kasih telah menjadi jiwa yang tak pernah menyerah. Semoga segala keinginan dan harapanku menjadi kenyataan.
Teruntuk diriku sendiri, maaf ya sudah terlalu memaksa dan sering mengecewakan. Terimakasih sudah bertahan hingga detik ini. Semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan semoga kuat, hingga lelahnya terbayar suatu saat nanti menjadi bahagia.
Hai aku, banggalah pada versi terbaik maupun versi terburuk dirimu. Yang kemarin gagal bahkan sekarang pun masih tertatih-tatih. Yang hari ini lemah, gampang emosi. Yang sering salah dan disalahkan. Yang jadi tempatnya lupa. Yang sering dibandingin dengan yang lain. Yang tidak cantik. Yang tidak glowing. Yang tidak pinter. Yang sering dikecewakan.
Alhamdulillah... Aku menerima dengan lapang apa yang menjadi kurangku dan aku bersyukur atas apa yang selama ini Allah izinkan menjadi lebihku. Semuanya cukup. Terimakasih ya Rabb...
Terimakasih juga atas apa yang terjadi dalam hidupku, aku belajar bahwa titik tertinggi dalam kehidupan yaitu dimana aku bisa menerima diri sendiri dan memberikan energi positif buat orang lain.
Dear aku, tetaplah hidup dengan tenang dan jauh dari semua hal yang membuatmu kecewa ya, jangan pernah menganggap diri ini memiliki tempat istimewa di hati orang-orang. Jangan berharap mereka akan melakukan apapun demi kamu, sehingga kamu tidak akan merasa disakiti oleh kenyataan, oke!! Berusahalah menurunkan tingginya harapan kepada mereka, sehingga kamu tidak akan merasa trauma karena siapapun.
Untuk orang-orang yang tak menghargaiku, biarkan saja. Aku tak mau hatiku layu. Biarkan saja mereka yang tak menghargaiku. Cukup tidak berusaha untuk menyenangkan manusia, cukup tidak bergantung pada mereka, dan tidak memasrahkan semuanya pada kemampuan mereka. Aku harus menerima diriku sendiri yang bisa benar dan bisa juga salah, dan tutup mata dari hal-hal yang sudah berlalu. Tetap perlakukan orang-orang dengan kebaikan, tetapi tidak harus dengan mengorbankan jiwa.
Untuk impian dan cita-citaku yang belum tercapai, ingat bahwa aku belum terlambat, aku tidak ketinggalan kereta, tiada siapapun yang mendahuluiku. Sebab ada saatnya Allah mempersiapkan jatah yang tepat untukku, di mana nantinya impianku akan terpenuhi dan rezekiku akan tercapai. Aku tak berkecil hati lantaran keterbatasanku dalam belajar, bekerja, berusaha atau usiaku yang sudah lanjut sementara cita-citaku belum tercapai, tapi ironisnya aku sering membandingkan kehidupanku dengan kehidupan orang-orang di sekitarku, padahal aku tidak tahu bahwa Allah sedang mempersiapkan semuanya untukku di waktu yang tepat.
Sekali lagi dear aku, janganlah mengkhawatirkan masa depan, karena rezeki dan rahasia di balik takdir merupakan salah satu pintu kegundahan terbesar untuk manusia. Tentang kegagalanku, rasa sakitku, rasa capekku dan hancur berkeping-keping, insyaAllah semua akan membaik, semua akan pulih dan semua akan sembuh.
Tidak ada yang dapat menghapus kekhawatiran ini di dalam hati sebaik tawakkal dan yakin pada semua ketetapan Allah. Ingatlah dengan kebenaran ucapan Rasulullah kepada Abu bakar saat keduanya berada dalam kegaduhan dan ketakutan, beliau berkata :
"Jangankah engkau gundah, karena Allah senantiasa bersama kita."
Karena itu aku percaya bahwa di dunia ini nggak ada yang abadi kecuali cinta Tuhanku yang tiada bertepi. Peluk aku, temani setiap ikhtiarku karena tanpa pertolongan-Mu, aku tiada berdaya.
Semangat ya, jangan bunuh diri selelah atau secapeknya kamu. Sayangi orang-orang yang peduli sama kamu.
I love me 🤍
Komentar
Posting Komentar